Selamat datang di Jabal Noor Utama

MACAM-MACAM PUASA (Bagian 3)

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

*MACAM-MACAM PUASA*
Bagian 3

Puasa kifarat yamin. 

Yamin itu berarti ‘sumpah’. Sehingga, maksud kafarat yamin adalah kafarat sumpah. Ia dilakukan karena melanggar sumpah atau menyampaikan sumpah palsu. 

Contohnya seseorang bersumpah, “Demi Allah, aku tidak akan masuk lagi ke rumah si anu.” Kemudian, ia memasukinya, maka wajiblah ia menjalankan kifarat. Atau seseorang mengatakan, “Demi Allah, aku tidak mengambil barangmu,” padahal dia mengambilnya. Termasuk ke dalam sumpah ini adalah sumpah untuk meninggalkan kebaikan, seperti, “Demi Allah, aku tidak akan membantu anak yatim.” Maka sumpah itu harus dilanggarnya dan dibayar kafaratnya.

Adapun bentuk kafaratnya adalah memberi makanan kepada sepuluh orang miskin, memberi pakaian kepada mereka, memerdekakan budak, atau berpuasa selama tiga hari. Hanya saja, kafarat ini bersifat pilihan. Artinya, boleh dipilih sesuai dengan kemampuan dan keinginan.

Fathul Mu’in Hamisy I’anatut Tholibin IV / 320

فرع: يتخيرُ في كفارةِ اليمينِ بينَ عتقِ رَقبةٍ كَامِلةٍ مُؤمِنةٍ بلا عيبٍ يخلُّ بالعَملِ أو الكَسْبِ ولو نحوَ غَائبٍ عُلمِتْ حياتُهُ. أو إطعامِ عشرةِ مَساكين كلُّ مسكينٍ مدَّ حبَ من غالبِ قوتِ البلدِ. أو كسوتِهِم بما يُسمى كسوةً كقميصٍ أو إزارٍ أو مقنعةٍ أو منديلٍ يُحملُ في اليدِ أو الكُمِّ لا خفَ فإن عجزَ عن الثلاثةِ لزمهُ صومُ ثلاثةِ أَيامٍ ولا يجبُ تَتَابُعَها خِلافاً لكثيرين.

“Sub bahasan :

Diperbolehkan memilih kafarat sumpah diantara memerdekakan budak seutuhnya, yang mukmin, yang tanpa cacat (yang cacat tersebut dapat mengganggu aktifitasnya), walaupun budah tersebut tidak ada ditempat namun diyakini masih hidup, atau memberi makan sepuluh orang miskin, masing masing satu mud umumnya makanan pokok daerah setempat, atau memberi pakaian kepada sepuluh orang miskin, boleh itu berupa baju, selendang, atau kain besar yang biasa ditaruh di tangan ataupun lengan, asal bukan sepatu atau sesuatu yang tidak bisa disebut kiswah.
Apabila tidak mampu memenuhi salah satu dari ketiganya maka wajib baginya puasa tiga hari, namun tidak harus berturut turut, pendapat ini berbeda dengan pendapat kebanyakan ulama yang menyatakan bahwa wajib mengikuti urut urutan diatas”

Perihal kafarat ini, Allah telah menjelaskannya dalam Al-Quran, 

لَا يُؤَاخِذُكُمُ اللَّهُ بِاللَّغْوِ فِي أَيْمَانِكُمْ وَلَٰكِنْ يُؤَاخِذُكُمْ بِمَا عَقَّدْتُمُ الْأَيْمَانَ ۖ فَكَفَّارَتُهُ إِطْعَامُ عَشَرَةِ مَسَاكِينَ مِنْ أَوْسَطِ مَا تُطْعِمُونَ أَهْلِيكُمْ أَوْ كِسْوَتُهُمْ أَوْ تَحْرِيرُ رَقَبَةٍ ۖ فَمَنْ لَمْ يَجِدْ فَصِيَامُ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ ۚ ذَٰلِكَ كَفَّارَةُ أَيْمَانِكُمْ إِذَا حَلَفْتُمْ ۚ وَاحْفَظُوا أَيْمَانَكُمْ ۚ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak dimaksud (untuk bersumpah), tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu sengaja, maka kaffarat (melanggar) sumpah itu, ialah memberi makan sepuluh orang miskin, yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu, atau memberi pakaian kepada mereka atau memerdekakan seorang budak. Barang siapa tidak sanggup melakukan yang demikian, maka kaffaratnya puasa selama tiga hari. Yang demikian itu adalah kaffarat sumpah-sumpahmu bila kamu bersumpah (dan kamu langgar). Dan jagalah sumpahmu. Demikianlah Allah menerangkan kepadamu hukum-hukum-Nya agar kamu bersyukur (kepada-Nya), (Surat Al-Ma’idah ayat 89).

Sebagaimana kafarat yang lain, kafarat ini berlaku secara akumulatif. Artinya, ketika seseorang melakukan sumpah palsu sebanyak 5 kali, maka 5 kali pula kifarat yang harus dijalankannya.

Termasuk ke dalam kafarat yamin ini adalah kafarat ‘ila. Walau dari segi praktik, ila sama dengan zhihar sebagai salah satu cara menceraikan istri pada zaman Jahiliah. Tetapi dari segi pelanggaran, ia termasuk ke dalam kafarat yamin. Sebab, ila sendiri  tak lain adalah sumpah. Contohnya, “Aku bersumpah tidak akan mencampuri istri.” Dengan sumpah ini jelas istrinya menderita, karena tidak dicampuri, tidak pula diceraikan. Suami yang meng-ila istrinya setelah 4 bulan harus memilih antara kembali mencampuri isterinya dengan membayar kafarat sumpah atau menceraikan.