Selamat datang di Jabal Noor Utama

MENOLAK LUPA G30S/PKI

Bangsa yang maju adalah bangsa yang menghargai, mengenang dan mengingat jasa para pahlawannya terdahulu

Bertepatan hari ini tanggal 30 September 2019, beberapa tahun silam telah terjadi
pemberontakan besar terhadap Bangsa dan Negara Indonesia. Tidak hanya pembantaian yang
dilakukan kepada Rakyat Indonesia seperti masa sebelum Indonesia Merdeka. Namun hal
tersebut juga terjadi pada Para Pejabat Tinggi Negara Khususnya Pemimpin-Pemimpin Bangsa
dan Negara yang saat ini dikenal dan diperingati dalam bentuk G30S/PKI (Gerakan 30 September 1965
yang dilakukan oleh PKI (Partai Komunis Indonesia)).

Keenam pejabat tinggi yang dibunuh tersebut adalah:

  • Letjen TNI Ahmad Yani (Menteri/Panglima Angkatan Darat/Kepala Staf Komando Operasi Tertinggi)
  • Mayjen TNI Raden Suprapto (Deputi II Menteri/Panglima AD bidang Administrasi)
  • Mayjen TNI Mas Tirtodarmo Haryono (Deputi III Menteri/Panglima AD bidang Perencanaan dan Pembinaan)
  • Mayjen TNI Siswondo Parman (Asisten I Menteri/Panglima AD bidang Intelijen)
  • Brigjen TNI Donald Isaac Panjaitan (Asisten IV Menteri/Panglima AD bidang Logistik)
  • Brigjen TNI Sutoyo Siswomiharjo (Inspektur Kehakiman/Oditur Jenderal Angkatan Darat)

Jenderal TNI Abdul Harris Nasution yang menjadi sasaran utama, selamat dari upaya pembunuhan tersebut. Sebaliknya, putrinya Ade Irma Suryani Nasution dan ajudan dia, Lettu CZI Pierre Andreas Tendean tewas dalam usaha pembunuhan tersebut.

Para korban tersebut kemudian dibuang ke suatu lokasi di Pondok Gede, Jakarta yang dikenal sebagai Lubang Buaya. Mayat mereka ditemukan pada 3 Oktober.

Selain itu beberapa orang lainnya juga turut menjadi korban:

Begitulah inti dari segelintir cerita Sejarah Indonesia yang akan terus di kenang sepanjang masa dan di turunkan

ke anak cucu dari Bangsa dan Negara Indonesia tentang G30S/PKI